FloFinder adalah perangkat yang dirancang untuk mengukur kualitas tanah dengan akurat, berfokus pada 7 parameter utama. Perangkat ini dikembangkan oleh tim dari Timmerman Industries.
Get Started >
Alat Ukur Multi-Parameter dan Real-Time.
Alat Ukur Multi-Parameter dan Real-Time.
Alat ukur kualitas tanah 7 parameter yang terintegrasi IoT, mengirimkan data real-time ke aplikasi mobile melalui Bluetooth, dan menyimpannya di cloud server untuk diakses melalui web dashboard.
Key points on “Technological Advancements in FloFinder”
Alat Ukur Multi-Parameter dan Real-Time untuk Analisis Komprehensif 7 Unsur Tanah.
Alat Flofinder
Aplikasi Mobile
Cloud Server
Web Dashboard
FloFinder mampu mengukur 7 parameter kualitas tanah utama (pH, N, P, K, Kelembapan, Suhu, EC) , memberikan data komprehensif yang diperlukan untuk pertanian presisi.
Perangkat ini memanfaatkan Wireless Data Transmission dan Koneksi Bluetooth untuk mengirimkan data hasil pengukuran secara real-time langsung ke Aplikasi Mobile.
Data kemudian diteruskan melalui IoT Integration ke cloud server untuk penyimpanan.
Data yang disimpan dapat diakses dan divisualisasikan dengan mudah melalui User-Friendly Mobile App dan Web Dashboard , memungkinkan analisis berkelanjutan untuk mendukung pengambilan keputusan.
Aplikasi Mobile FloFinder adalah antarmuka utama pengguna di lapangan, dirancang untuk memudahkan proses pengumpulan dan pemantauan data kualitas tanah secara langsung.
Proses pengujian sensor NPK (Nitrogen, Fosfor, Kalium) dilakukan secara ketat untuk memastikan akurasi dan keandalan pembacaan data dibandingkan dengan sensor pembanding
Pengujian sensor NPK dilakukan dengan membandingkan hasil baca sensor FloFinder secara langsung dengan sensor pembanding yang sudah terkalibrasi. Tujuannya adalah memastikan bahwa pembacaan FloFinder memiliki tingkat akurasi yang sebanding dengan standar yang sudah ada.
Untuk menguji responsivitas sensor, sampel tanah yang digunakan diberi larutan pupuk NPK sebagai perlakuan. Perlakuan ini mensimulasikan kondisi di mana tanah memiliki kandungan N, P, dan K yang terukur, sehingga validasi sensor dapat dilakukan pada kondisi yang relevan.
Data diambil secara berulang hingga hasil pembacaan yang ditunjukkan sensor mencapai kondisi stabil. Pengambilan data yang berulang ini penting untuk menghilangkan noise atau fluktuasi sementara, sehingga data yang digunakan untuk perbandingan adalah data yang representatif.
Hasil pembacaan dari kedua sensor (FloFinder dan pembanding) dicatat dan kemudian dibandingkan dalam analisis data. Perbandingan ini menjadi dasar utama untuk mengevaluasi kinerja dan akurasi sensor FloFinder.
Larutan pupuk NPK diberikan hanya satu kali pada setiap siklus pengujian yang dilakukan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kondisi perlakuan tetap konsisten sepanjang siklus pengujian data, memastikan bahwa data berulang yang diambil berada dalam kondisi tanah yang sama.
Pengukuran dilakukan sebanyak 20 kali oleh sensor untuk memastikan data yang dihasilkan benar-benar stabil dan valid. Jumlah pengukuran yang banyak ini meningkatkan reliabilitas statistik dari data yang digunakan untuk verifikasi akurasi sensor.
Bagian ini menyajikan data visual dan grafik yang menunjukkan kinerja setiap sensor (pH, N, P, K, EC, Suhu, Kelembapan) FloFinder saat dibandingkan dengan alat ukur standar. Setiap hasil pengujian membuktikan tingkat akurasi dan stabilitas pembacaan yang tinggi, memastikan keandalan data untuk digunakan dalam pengambilan keputusan pertanian presisi.
Rabu, 25 Juni 2025, bertempat di Desa Sarakan Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang telah dilaksanakan acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, Kejaksaan Negeri Serang, Kejaksaan Negeri Pandeglang, Kejaksaan Negeri Lebak dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pandeglang, Lebak, Serang serta Telkom University, PT. Pupuk Indonesia dan PT. Paskomnas Indonesia.
Jaksa Garda Desa
Kejaksaan Tinggi Banten menandatangani nota kesepahaman dengan Telkom University bersama beberapa instansi untuk mendukung ketahanan pangan dan penguatan badan usaha milik desa di Provinsi
Setelah perangkat dan sistem dikembangkan, kegiatan dilanjutkan sesuai hasil rapat tindak lanjut MoU Penyiapan Lahan BUMDes
Pengukuran kualitas tanah direncanakan dilakukan di 4 kabupaten di Provinsi Banten
Setiap kabupaten memiliki 10 titik pengukuran representatif
Dilakukan persiapan lahan agar data mencerminkan kondisi tanah sebenarnya
Key points on “Technological Advancements in FloFinder”